Gapura Merah
Gapura merah selalu memenuhi pikiranku, bahkan sesudah aku kembali ke dunia semula Aku merasa asing di tengah jalanan yang sempat menjadi pemandangan setiap pagi jalanan yang menghadirkanku di antara teman-teman tuk mengejar peradaban Dan siang atau sore, truk-truk pengangkut pasir kali brantas sangat menjengkelkan Lalu coba tengok lebih dalam Benar jika kakekmu hanya sibuk dengan cangkul dan sabit sedang nenekmu sangat senang jika kayunya terbakar asap tebal Pisang goreng dan ketela rebus cukuplah untuk nyamikan di bibir kolam gurami belakang rumah Di sana, katanya, orang terasingkan untuk bertapa pada misteri kedamaian Di mana campur tangan adalah kata lain dari kekeluargaan, dan kata ibu, inilah kulit kacang yang melindungi bijinya Jangan sampai terlupa. Kini ku merasakan tubuh terlalu jauh dari masa itu. Berlawanan. Gapura itu terbuka, dan aku keluar darinya. Jauh dari gapura, yang selalu kulihat dingin jiwa di tengah panas pahit rasa udara Kerut-kerutan Gurat...