Posts

Gapura Merah

Gapura merah selalu memenuhi pikiranku, bahkan sesudah aku kembali ke dunia semula Aku merasa asing di tengah jalanan yang sempat menjadi pemandangan setiap pagi jalanan yang menghadirkanku di antara teman-teman tuk mengejar peradaban Dan siang atau sore, truk-truk pengangkut pasir kali brantas sangat menjengkelkan Lalu coba tengok lebih dalam Benar jika kakekmu hanya sibuk dengan cangkul dan sabit sedang nenekmu sangat senang jika kayunya terbakar asap tebal Pisang goreng dan ketela rebus cukuplah untuk nyamikan di bibir kolam gurami belakang rumah Di sana, katanya, orang terasingkan untuk bertapa pada misteri kedamaian Di mana campur tangan adalah kata lain dari kekeluargaan, dan kata ibu, inilah kulit kacang yang melindungi bijinya Jangan sampai terlupa. Kini ku merasakan tubuh terlalu jauh dari masa itu. Berlawanan. Gapura itu terbuka, dan aku keluar darinya. Jauh dari gapura, yang selalu kulihat dingin jiwa di tengah panas pahit rasa udara Kerut-kerutan Gurat...

Rock Me, Mama, Like A Wagon Wheel

Image
"Wagon Wheel" Headed down south to the land of the pines I'm thumbin' my way into North Caroline Starin' up the road And pray to God I see headlights I made it down the coast in seventeen hours Pickin' me a bouquet of dogwood flowers And I'm a hopin' for Raleigh I can see my baby tonight So rock me mama like a wagon wheel Rock me mama anyway you feel Hey mama rock me Rock me mama like the wind and the rain Rock me mama like a south-bound train Hey mama rock me Runnin' from the cold up in New England I was born to be a fiddler in an old-time string band My baby plays the guitar I pick a banjo now Oh, the North country winters keep a gettin' me now Lost my money playin' poker so I had to up and leave But I ain't a turnin' back To livin' that old life no more So rock me mama like a wagon wheel Rock me mama anyway you feel Hey mama rock me Rock me mama like the wind and the rain Rock me mama li...
Bagaimana kabar waktu hari ini? Sedetik terasa semenit, atau semenit terasa sedetik? Memakan waktu atau dimanakan waktu. Demikian yang membuat udara masuk ke paru-paru lebih cepat, memuncakkan adrenaline ke titik excitement tertinggi. Otak akan mendapat supply darah dengan cukup, dan oksigen memperkaya hal yang terikat oleh hemoglobin. Itulah kehidupan yang dipandang sebagai dewa bulan di petang malam, dan dewa matahari di siang hari. Setiap malam berbalut kerendahan hati memohon ampunan, dan setiap hari berarogansi keduniawian tuk berletih-capai menantang akhir. Bukan perkara mudah menggantikan seorang nobel prize winner. Juga bukan perkara sepele menemukan sebuah batu nisan dari seorang yang bernyawa. Tapi tantanganlah yang melumat lenyap keputusasaan, angin kemenangan yang menampar mesra dari bisikan mimpi kosong, dan hawa dataran puncaklah yang memaksa pasir, lumpur, dan batuan berlumut untuk terinjak. Aku tahu. Ini kisahku, dari mataku kisahku bermula, bukan dari apa yang ...
Dengan hanya berani diam ternyata tidak bisa. Dan usaha itu berbanding lurus dengan rencana untuk berinovasi. Tentunya ekuasi ini selalu diformulasikan ke arah kesuksesan. Tapi cukupkah kuat dengan hanya berbekal tajam pisau penglihatan dan pendengaran. Sementara mulut yang berlidah terdekap oleh ruang keterbatasan besaran kotak. Yang semakin lama semakin terlepas satuannya, yang semakin sempit kehampaannya, dan semakin pejal oleh kerisihan untuk bersuara. Ruang adalah hanya untuk mereka yang menghabiskan oksigen dunia, tanpa berusaha bisa mengolah karbondioksida. Ruang adalah hanya untuk mereka yang seperti sandal yang tak pernah berfungsi lain selain berada di bawah kaki-kaki yang mencoba menghindari kenajisan. Benar yang kamu katakan sayang,"Beruntunglah kau yang berdiri dengan perbedaan, dan dengan ini jangan kau berusaha untuk merubahnya". Menciptakan perbedaan dalam diri, karena batin lebih legam dari lahir, mengikuti kata batin. Mungkin terpejam dan telanjang  un...

Tengger dan Padang Teletubbies dalam 12 Jam 30 Menit

Image
Sabtu, 6 April 2013, Jam 1.00 WIB Kami berkumpul di kontrakan Nauval, yang tepatnya di daerah Kumis Kucing Malang. Destinasi kami adalah Gunung Bromo. Dan tujuan kami adalah melihat matahari terbit. Ini sedikit nekat jika diceritakan ke belakang bahwa rencana ini muncul siang hari sebelum Jumatan setelah Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Hukum Pidana. Kedok kami pun simple, kami datang dari rantauan dan jenuh dengan datarnya kegiatan kuliah, menjajal berpatroli ke arah timur dari Kota Malang, dan berangkat. Jalan Sukarno-Hatta yang biasa di siang hari menjadi jalur utama untuk berdesak-desakan bagi kendaraan, penghubung antar lokasi di jantung Kota Malang, telihat belum begitu hidup ketika kami memulai perjalanan. Kami yang bertujuh, beriringan  secara seri ke belakang, dengan 4 motor, Aku dan Afif berplat AG, Nauval dan Raditya berplat B, Feisal dengan vespa kerennya berplat B, dan Arya dan Radityo naik megapro BE. Dan gak ada satu dari kami yang berplat N alias asli daerah M...
Rupanya tanggal 2 Mei yang diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) memang benar harus diganti dengan Hajarnas (Hari Pengajaran Nasional). Pengajaran yang dinilai hanya memberikan fasilitas ajar bagi pesertanya tanpa adanya didikan yang terarah kepada kepositifisan, kemanfaatan, serta keadilan pendidikan. Seluruh lapis di negeri ini termasuk juga pemerintah rupanya sedang menghadapi ekspansi pokok liberalisasi dan komersialisasi. Pemerintah yang dipandang sebagai lembaga penjalan negara, telah membuktikan paham yang berorientasikan pada pengenyampingan terhadap kemakmuran masyarakat umum. Salah satu tujuan konstitusional Negara Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dalam teknisnya masih terganjal oleh sistem regulasi yang mengindikasikan posisi yang jauh dari tujuan utama itu. Salah satu prakteknya adalah disahkannya UU nomor 12 tahun 2012 atau UU PT yang juga menimbulkan banyak kritikan oleh aktivis-a...

Make It A Masterpiece

Image
Jenial, eksperimental, fenomenal, emosional, natural, monumental, binal, donal, royal, atau kental. Kemana hidup saya bawa? Sebuah percepatan atau perlambatan progress ini selalu membuat saya seperti terhubung dengan teori relativitas, yang hanya mengikut ke mana benda ini membawa saya. Sebuah pemikiran dangkal, mungkin karena saya masih/sudah 20 tahun meletakkan nutrisi dalam tubuh untuk dapat berpikir. Sementara ikan di akuarium itu tetap hanya seperti sedang menari, tarian minta hujan, selalu ingin air yang lebih, meski di mana ia berenang adalah gambaran kelimpahan. Kadang juga ia ke permukaan untuk memastikan adanya siang atau malam. Tak berubah. “Benarkah hidup serangkaian kebetulan belaka? Pertanyaan yang lebih penting: benarkah serangkaian kebetulan itu adalah setumpukan keping pazel yang menyusun skenario tertentu? Lantas, jika ya, apakah manusia punya pilihan-pilihan?” Miranda Tidak, bukan. Bisa jadi saya hanya sedang melihat dari perspektif yang berbeda. ...