Greetings from Mt. Bromo!! It was the most valuable time since I realized that I exist in this world to be wiser and survived with all things I have. Being with my family the whole time in new year's eve till the first dawn in 2014 and then joking on walk to the summit of Bromo the next day, was the great thing. It was bad though, we couldn't catch sunrise. The fog was so horrible. But we still knew that savana always sounded nice to be gathering and having fun. Probably I had done it for couple times, but this chance, enjoying with my family, I felt so.. oh man, I can't tell, but I was really happy. And now, n e w y e a r 's r e s o l u t i o n ! ! Just kidding, I have none. Because it's not like I really wanna change. I'll just go with the flow. And I wouldn't change my life for nothing. I have the most amazing friends and loving family. Those are who make me who I'm today, with the love and support I have. Thanks everybody, you are...
Popular posts from this blog
Sekolah Ideologi 2012
Alhamdulillah essayku "Review Masa Kebangkitan Nasional" diterima dan terpilih sebagai delegasi Fakultas Hukum untuk menjadi salah satu 100 peserta Sekolah Ideologi 2012. Memberi testimoni tentang Sekolah Ideologi 2012 Berbicara tentang ideologi, tentu bisa kita garis bawahi bahwa ideologi bangsa ini adalah Pancasila. Sudah tertanam sejak dahulu berbagai macam rezim yang menguasai Indonesia kita telah mengenal kesaktian Pancasila sebagai wujud selalu berlakunya Pancasila dalam menghadapi berbagai macam zaman. Sedikit berbeda dengan yang dikatakan oleh Harist Abu Ulya, Direktur CIIA (The Community of Ideological Islamic Analist), kemarin di Sekolah Ideologi yang diselenggarakan Kementrian Kebijakan Publik Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya. Beliau mengatakan bahwa Pancasila adalah bukan salah satu macam ideologi. Pancasila selama ini adalah suatu hasil tipuan politik, yang mana setiap bergantinya kepemimpinan bangsa, arah pancasila selalu berbe...
POLRI vs KPK
sumber : google.com Inilah akar permasalahan yang selalu terjadi di lingkungan politik, hukum, maupun keamanan nasional Indonesia ini. Indonesia saya rasa telah lelah beradu statement, polemik dasar yang tak bisa dibendung dan justru semakin dipanaskan oleh aksi tanpa mengambil solusi ataupun kebijakan yang tepat untuk menyelesaikan kasus. Contohnya dalam hal ini bisa dianalisis melalui konfrontasi antara dua lembaga penegak hukum, yakni Polri dan KPK. Konfrontasi keduanya hanya akan menghambat kerja Polri maupun KPK. Saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ketua MK, Mahfud MD bahwa para calon koruptor dan koruptor yang akan bertepuk tangan,karena kasusnya terbengkalai. Ini bisa dinilai bahwa seharusnya sebagai lembaga penegak hokum, Polri dan KPK harus saling bekerja sama. Yang perlu kita garis bawahi adalah bukannya gerakan aksi yang memihak kepada institusi, melainkan kita perlu bertanda tangan untuk aksi pemberantasan korupsi di Indonesia. Mendukung peningkatan kinerja ...
Comments
Post a Comment